Selasa, 22 April 2014

lagu langgar





aku baru saja meninggalkan kampung dimana aku
dilahirkan kembali dari pengertian-pengertian baru

suara tembang dari langgar sebelah rumahmu membuat

pohon-pohon itu berjalan, aku merinding membayangkan sebuah

lorong di belakangku yang memakan setiap yang hidup sebagai sisa

sontak ingat aku padamu, padaku, seperti setiap pemberhentian dari langkah-langkah yang berat, pahamlah engkau selalu kita membayangkan sesuatu sebagai masa dimana kita siap dan tak siap, lalu gentar seperti suara gema di ruangan kosong yang membuat kita heran pada suara kita sendiri, ya aku mendengarkan suara bapakmu, ibumu, adikmu, tapi suara lain muncul dari nyanyian langgar itu, suara yang menaruhmu dalam tanah yang dingin, tak ada yang bisa dipahami lagi selain yang bersuara dibalik pendengaranmu, 
pulanglah, pulanglah


pati, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar